Kurikulum sekolah dasar dirancang untuk membangun pemahaman siswa secara bertahap. Tema 1, yang umumnya berfokus pada "Organ Gerak Hewan dan Manusia," merupakan pondasi penting untuk memahami biologi dan kesehatan. Subtema 2, "Manusia dan Lingkungannya," memperluas cakupan pemahaman siswa dengan menghubungkan fungsi organ gerak dengan aktivitas sehari-hari dan bagaimana lingkungan memengaruhinya.
Bagi siswa kelas 5 SD, Subtema 2 ini menghadirkan tantangan baru yang memerlukan pemahaman yang lebih mendalam. Untuk membantu para siswa dan orang tua dalam mempersiapkan diri menghadapi penilaian harian, ulangan tengah semester, atau bahkan penilaian akhir tahun, artikel ini akan menyajikan contoh-contoh soal yang bervariasi, disertai dengan pembahasan yang rinci. Dengan latihan yang tepat, diharapkan siswa dapat menguasai materi ini dengan baik.
Fokus Utama Subtema 2: Manusia dan Lingkungannya

Subtema 2 ini biasanya mengeksplorasi beberapa aspek kunci, antara lain:
- Fungsi Organ Gerak pada Manusia dalam Aktivitas Sehari-hari: Memahami bagaimana tulang, otot, dan sendi bekerja sama untuk memungkinkan gerakan seperti berjalan, berlari, melompat, menulis, dan aktivitas lainnya.
- Gangguan pada Organ Gerak Manusia: Mengenali berbagai jenis kelainan atau penyakit yang dapat memengaruhi organ gerak, serta penyebab dan dampaknya.
- Lingkungan dan Pengaruhnya terhadap Organ Gerak: Membahas bagaimana aktivitas fisik, kebiasaan, dan kondisi lingkungan (misalnya, medan yang berbeda, jenis pekerjaan) memengaruhi kesehatan dan fungsi organ gerak.
- Cara Menjaga Kesehatan Organ Gerak: Menerapkan pengetahuan tentang aktivitas fisik yang sehat, pola makan bergizi, dan postur tubuh yang baik.
Mari kita mulai dengan contoh-contoh soal yang mencakup berbagai tingkat kesulitan dan format, mulai dari pilihan ganda, isian singkat, hingga uraian.
Contoh Soal Pilihan Ganda
Soal pilihan ganda dirancang untuk menguji pemahaman konsep dasar dan kemampuan mengingat informasi penting.
Soal 1:
Manakah dari aktivitas berikut yang paling banyak melibatkan penggunaan otot kaki secara intensif?
A. Membaca buku
B. Menulis di buku catatan
C. Bermain sepak bola
D. Menonton televisi
Pembahasan Soal 1:
Aktivitas bermain sepak bola membutuhkan gerakan kaki yang dinamis dan berkelanjutan, seperti berlari, menendang, dan melompat. Ini secara signifikan melibatkan dan melatih otot kaki. Membaca, menulis, dan menonton televisi umumnya memerlukan sedikit gerakan kaki, lebih banyak melibatkan otot tangan, lengan, dan mata.
Soal 2:
Penyakit yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah disebut…
A. Osteoporosis
B. Artritis
C. Fraktur
D. Kelumpuhan
Pembahasan Soal 2:
Osteoporosis adalah kondisi di mana kepadatan tulang berkurang, membuat tulang menjadi keropos dan rentan patah. Artritis adalah peradangan pada sendi. Fraktur adalah istilah umum untuk patah tulang. Kelumpuhan adalah hilangnya kemampuan untuk bergerak sebagian atau seluruhnya.
Soal 3:
Posisi duduk yang benar saat belajar adalah…
A. Membungkuk ke depan dengan punggung melengkung
B. Duduk tegak dengan punggung lurus dan kaki menapak lantai
C. Bersandar ke belakang dengan kepala menunduk
D. Duduk menyilang di atas kursi
Pembahasan Soal 3:
Duduk tegak dengan punggung lurus dan kaki menapak lantai adalah posisi yang ergonomis. Posisi ini membantu menjaga kelurusan tulang belakang dan mencegah ketegangan pada otot punggung. Posisi membungkuk atau bersandar dapat menyebabkan masalah tulang belakang jangka panjang.
Soal 4:
Gerakan menekuk siku merupakan contoh dari gerakan…
A. Ekstensi
B. Fleksi
C. Abduksi
D. Adduksi
Pembahasan Soal 4:
Fleksi adalah gerakan yang mengurangi sudut antara dua tulang atau bagian tubuh. Menekuk siku mengurangi sudut antara lengan atas dan lengan bawah, sehingga merupakan contoh gerakan fleksi. Ekstensi adalah gerakan memperbesar sudut (meluruskan). Abduksi adalah gerakan menjauhi garis tengah tubuh, dan adduksi adalah gerakan mendekati garis tengah tubuh.
Soal 5:
Salah satu cara untuk menjaga kesehatan organ gerak adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium. Sumber kalsium yang baik antara lain:
A. Permen dan keripik
B. Sayuran hijau dan produk susu
C. Minuman bersoda dan cokelat
D. Makanan cepat saji
Pembahasan Soal 5:
Kalsium sangat penting untuk pembentukan dan kekuatan tulang. Sayuran hijau seperti brokoli dan bayam, serta produk susu seperti susu, keju, dan yogurt, merupakan sumber kalsium yang sangat baik. Makanan lain yang disebutkan umumnya tidak mengandung kalsium dalam jumlah yang signifikan atau bahkan dapat berdampak negatif pada kesehatan tulang.
Contoh Soal Isian Singkat
Soal isian singkat menguji kemampuan siswa untuk memberikan jawaban yang spesifik dan ringkas.
Soal 6:
Bagian dari rangka manusia yang berfungsi sebagai pelindung organ dalam seperti otak dan jantung adalah ______.
Pembahasan Soal 6:
Tengkorak melindungi otak, dan tulang rusuk melindungi jantung dan paru-paru. Keduanya merupakan bagian dari rangka. Jawaban yang paling tepat adalah tengkorak dan tulang rusuk.
Soal 7:
Jenis olahraga yang sangat baik untuk melatih kekuatan otot kaki dan meningkatkan stamina adalah ______.
Pembahasan Soal 7:
Olahraga seperti lari, bersepeda, atau berenang adalah contoh olahraga yang efektif untuk melatih kekuatan otot kaki dan meningkatkan stamina. Jawaban yang umum diterima adalah lari atau bersepeda.
Soal 8:
Tulang belakang yang melengkung secara berlebihan ke samping disebut kelainan ______.
Pembahasan Soal 8:
Kelainan tulang belakang yang melengkung ke samping disebut skoliosis.
Soal 9:
Gerakan mengangkat lengan ke samping menjauhi tubuh disebut gerakan ______.
Pembahasan Soal 9:
Gerakan menjauhi garis tengah tubuh disebut abduksi.
Soal 10:
Salah satu cara menjaga kesehatan otot adalah dengan melakukan peregangan secara teratur untuk meningkatkan ______ otot.
Pembahasan Soal 10:
Peregangan teratur membantu meningkatkan kelenturan otot, sehingga mengurangi risiko cedera. Jawaban yang tepat adalah kelenturan.
Contoh Soal Uraian
Soal uraian memerlukan penjelasan yang lebih mendalam, analisis, dan kemampuan menyusun kalimat.
Soal 11:
Jelaskan bagaimana kerja sama antara tulang, otot, dan sendi memungkinkan seseorang untuk melakukan aktivitas berjalan!
Pembahasan Soal 11:
Aktivitas berjalan melibatkan koordinasi kompleks antara tulang, otot, dan sendi. Tulang, seperti tulang paha, tulang kering, dan tulang kaki, membentuk kerangka yang memberikan struktur dan dukungan. Sendi, seperti sendi panggul, lutut, dan pergelangan kaki, memungkinkan gerakan yang luwes antara tulang-tulang tersebut. Otot, yang melekat pada tulang melalui tendon, adalah penggerak utama. Saat kita ingin berjalan, otak mengirimkan sinyal ke otot-otot kaki. Otot-otot ini berkontraksi dan relaksasi secara bergantian. Misalnya, saat melangkahkan kaki ke depan, otot paha depan (quadriceps) akan berkontraksi untuk meluruskan lutut, sementara otot betis (gastrocnemius) berkontraksi untuk mengangkat tumit. Gerakan-gerakan ini terjadi pada sendi yang memungkinkan perubahan sudut antara tulang. Propulsi ke depan dihasilkan oleh dorongan otot-otot kaki dan keseimbangan yang dijaga oleh otot-otot inti tubuh.
Soal 12:
Sebutkan minimal tiga jenis gangguan pada organ gerak manusia, jelaskan penyebab singkatnya, dan dampaknya bagi penderitanya!
Pembahasan Soal 12:
Berikut adalah tiga jenis gangguan pada organ gerak manusia:
-
Osteoporosis:
- Penyebab: Kekurangan kalsium dan vitamin D, perubahan hormonal (terutama pada wanita pascamenopause), usia lanjut, gaya hidup tidak sehat (kurang olahraga, merokok, konsumsi alkohol berlebihan).
- Dampak: Tulang menjadi rapuh, mudah patah, nyeri tulang, penurunan tinggi badan, postur tubuh membungkuk.
-
Rematik (Artritis):
- Penyebab: Peradangan pada sendi yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk usia, infeksi, kelainan autoimun (misalnya, rheumatoid arthritis), atau penumpukan kristal asam urat (gout).
- Dampak: Nyeri sendi, bengkak, kaku, kemerahan pada sendi, keterbatasan gerak, dan pada kasus parah dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sendi.
-
Fraktur (Patah Tulang):
- Penyebab: Trauma fisik yang kuat akibat benturan, jatuh, atau kecelakaan.
- Dampak: Nyeri hebat, bengkak, memar, deformitas (perubahan bentuk) pada area yang patah, kesulitan menggerakkan anggota tubuh yang terkena, dan memerlukan waktu penyembuhan yang cukup lama.
Soal 13:
Lingkungan seperti apa yang dapat membantu menjaga kesehatan organ gerak kita? Berikan minimal dua contoh lingkungan tersebut dan jelaskan mengapa demikian!
Pembahasan Soal 13:
Lingkungan yang mendukung kesehatan organ gerak adalah lingkungan yang mendorong aktivitas fisik dan menyediakan fasilitas yang aman untuk bergerak.
-
Lingkungan Alam yang Kondusif untuk Beraktivitas Fisik:
- Contoh: Taman kota dengan jalur pejalan kaki yang rata dan aman, area hijau yang luas untuk bermain, atau daerah perbukitan yang menyediakan medan yang bervariasi untuk berjalan atau berlari.
- Mengapa: Lingkungan seperti ini memberikan kesempatan bagi individu untuk bergerak secara alami. Berjalan di taman melatih otot kaki dan kardiovaskular. Bermain di area hijau melatih koordinasi dan kekuatan. Medan yang bervariasi dapat melatih otot-otot stabilisator dan keseimbangan. Lingkungan yang bersih dan asri juga dapat meningkatkan motivasi untuk beraktivitas.
-
Lingkungan Sekolah dengan Fasilitas Olahraga yang Memadai:
- Contoh: Lapangan olahraga (basket, sepak bola, voli), area senam, atau ruang kelas yang memiliki tata letak yang mendukung aktivitas fisik ringan seperti peregangan.
- Mengapa: Sekolah adalah tempat di mana anak-anak menghabiskan banyak waktu. Fasilitas olahraga yang memadai memungkinkan siswa untuk berpartisipasi dalam pelajaran olahraga yang terstruktur, bermain dengan teman, dan mengembangkan keterampilan motorik mereka. Adanya ruang kelas yang tertata baik juga memungkinkan guru untuk mengintegrasikan gerakan-gerakan ringan ke dalam pembelajaran, yang dapat membantu mencegah kebosanan dan meningkatkan fokus.
Soal 14:
Bagaimana cara mengaplikasikan pola makan sehat untuk menjaga kesehatan organ gerak? Sebutkan contoh makanan yang sebaiknya dikonsumsi dan yang sebaiknya dibatasi!
Pembahasan Soal 14:
Mengaplikasikan pola makan sehat untuk menjaga kesehatan organ gerak berarti memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup untuk membangun, memperbaiki, dan menjaga kekuatan tulang dan otot.
-
Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi:
- Sumber Kalsium: Susu, keju, yogurt, brokoli, bayam, ikan teri, tahu, tempe. Kalsium penting untuk kekuatan tulang.
- Sumber Protein: Daging tanpa lemak, ikan, telur, kacang-kacangan, produk kedelai. Protein adalah bahan dasar pembangun otot.
- Sumber Vitamin D: Ikan berlemak (salmon, tuna), kuning telur, jamur, dan paparan sinar matahari pagi. Vitamin D membantu penyerapan kalsium.
- Sumber Vitamin B Kompleks dan Mineral Lainnya: Buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh. Vitamin dan mineral ini berperan dalam metabolisme energi dan fungsi otot.
-
Makanan yang Sebaiknya Dibatasi:
- Makanan Tinggi Gula: Permen, kue manis, minuman bersoda. Konsumsi gula berlebih dapat mengganggu penyerapan kalsium dan meningkatkan peradangan.
- Makanan Olahan dan Cepat Saji: Seringkali tinggi garam, lemak jenuh, dan pengawet yang kurang baik bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk organ gerak.
- Minuman Bersoda dan Berkafein Tinggi: Dapat mengganggu penyerapan kalsium.
Soal 15:
Jelaskan pentingnya melakukan aktivitas fisik secara teratur bagi kesehatan organ gerak manusia! Berikan minimal dua manfaatnya!
Pembahasan Soal 15:
Melakukan aktivitas fisik secara teratur sangat penting untuk menjaga kesehatan organ gerak manusia karena memberikan berbagai manfaat, antara lain:
-
Memperkuat Otot dan Tulang: Aktivitas fisik, terutama latihan beban dan latihan kardiovaskular, merangsang otot untuk bekerja dan berkembang menjadi lebih kuat. Tekanan yang diberikan pada tulang selama aktivitas fisik juga merangsang sel-sel tulang untuk tumbuh lebih padat dan kuat, sehingga mengurangi risiko osteoporosis di kemudian hari. Otot yang kuat juga membantu menstabilkan sendi, mengurangi risiko cedera.
-
Meningkatkan Kelenturan dan Fleksibilitas Sendi: Gerakan yang dilakukan selama aktivitas fisik, terutama yang melibatkan peregangan, membantu menjaga rentang gerak sendi tetap optimal. Ini mencegah kekakuan sendi dan meningkatkan kelenturan. Sendi yang lentur memungkinkan gerakan yang lebih bebas dan nyaman, sehingga mengurangi risiko nyeri dan cedera saat melakukan aktivitas sehari-hari.
Tips Belajar Efektif untuk Subtema 2
- Pahami Konsep Inti: Pastikan Anda benar-benar memahami bagaimana tulang, otot, dan sendi bekerja bersama. Gunakan gambar atau model jika perlu.
- Hubungkan dengan Kehidupan Sehari-hari: Pikirkan tentang aktivitas yang Anda lakukan setiap hari dan bagaimana organ gerak Anda berperan. Ini akan membuat materi lebih relevan.
- Buat Catatan Ringkas: Tulis poin-poin penting, definisi, dan contoh-contoh penting dalam buku catatan Anda.
- Latihan Soal Bervariasi: Kerjakan berbagai jenis soal, mulai dari pilihan ganda hingga uraian, untuk menguji pemahaman Anda dari berbagai sudut.
- Diskusi dengan Teman: Belajar bersama teman dapat membantu Anda memahami materi yang sulit dan mendapatkan perspektif baru.
- Perhatikan Postur Tubuh: Selalu ingat untuk menerapkan kebiasaan postur tubuh yang baik saat duduk, berdiri, dan melakukan aktivitas lainnya.
- Perbanyak Aktivitas Fisik Sehat: Jadikan olahraga atau aktivitas fisik ringan sebagai kebiasaan untuk merasakan langsung manfaatnya bagi organ gerak Anda.
Dengan memahami contoh-contoh soal ini dan menerapkan tips belajar yang disajikan, siswa kelas 5 SD diharapkan dapat lebih percaya diri dan berhasil dalam menguasai Tema 1 Subtema 2. Semangat belajar!

Tinggalkan Balasan