Pendahuluan
Tema 1, yang seringkali berfokus pada "Organisme dan Lingkungannya", merupakan salah satu tema fundamental dalam kurikulum Sekolah Dasar. Subtema 2, khususnya, biasanya menggali lebih dalam tentang keragaman hayati dan hubungan antar makhluk hidup. Bagi siswa kelas 5 SD, pemahaman yang kuat terhadap materi ini akan menjadi fondasi penting untuk pelajaran IPA di jenjang selanjutnya.
Untuk memastikan pemahaman siswa, latihan soal yang bervariasi dan relevan sangatlah krusial. Artikel ini akan menyajikan contoh-contoh soal yang mencakup berbagai aspek dari Tema 1 Subtema 2 Kelas 5 SD, dilengkapi dengan penjelasan mendalam untuk membantu siswa dan guru dalam proses belajar-mengajar. Kita akan membahas mulai dari klasifikasi sederhana, adaptasi, hingga interaksi antar organisme.

Materi Pokok Tema 1 Subtema 2 Kelas 5 SD
Sebelum masuk ke contoh soal, mari kita tinjau kembali beberapa konsep kunci yang biasanya tercakup dalam Tema 1 Subtema 2 Kelas 5 SD:
- Keragaman Makhluk Hidup: Mengenal berbagai jenis tumbuhan dan hewan, baik di lingkungan sekitar maupun di berbagai belahan dunia.
- Klasifikasi Sederhana: Memahami cara mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri tertentu (misalnya, tumbuhan berkeping biji tunggal dan berkeping biji ganda, hewan vertebrata dan invertebrata).
- Adaptasi Makhluk Hidup: Memahami bagaimana tumbuhan dan hewan memiliki ciri-ciri khusus (adaptasi) yang membantu mereka bertahan hidup di lingkungannya. Adaptasi ini bisa berupa adaptasi morfologi (bentuk tubuh), fisiologi (fungsi organ), atau perilaku.
- Interaksi Antar Organisme: Mengenal berbagai bentuk hubungan antar makhluk hidup, seperti simbiosis (mutualisme, komensalisme, parasitisme), predasi, dan persaingan.
- Manfaat Keragaman Hayati: Memahami pentingnya keragaman hayati bagi kehidupan manusia dan ekosistem.
Contoh Soal dan Pembahasan Mendalam
Berikut adalah contoh-contoh soal yang dirancang untuk menguji pemahaman siswa terhadap materi Tema 1 Subtema 2 Kelas 5 SD, beserta penjelasan rinci untuk setiap soalnya.
Bagian A: Pilihan Ganda
-
Manakah dari kelompok tumbuhan berikut yang semuanya termasuk dalam kelompok tumbuhan berkeping biji tunggal (monokotil)?
a. Mangga, jeruk, jambu
b. Padi, jagung, kelapa
c. Kacang tanah, kedelai, buncis
d. Mawar, melati, bunga sepatuPembahasan:
Soal ini menguji pemahaman siswa tentang klasifikasi tumbuhan berdasarkan jumlah keping bijinya. Tumbuhan berkeping biji tunggal (monokotil) memiliki ciri-ciri seperti daun yang sejajar atau melengkung, tulang daun sejajar, akar serabut, dan bunga kelipatan tiga.- Pilihan a: Mangga, jeruk, dan jambu adalah contoh tumbuhan berkeping biji ganda (dikotil).
- Pilihan b: Padi, jagung, dan kelapa memiliki ciri-ciri monokotil. Daunnya sejajar, akarnya serabut, dan bijinya hanya memiliki satu keping.
- Pilihan c: Kacang tanah, kedelai, dan buncis adalah tumbuhan berkeping biji ganda (dikotil).
- Pilihan d: Mawar, melati, dan bunga sepatu adalah tumbuhan berkeping biji ganda (dikotil).
Jawaban yang tepat adalah b.
-
Seekor bunglon memiliki kemampuan untuk mengubah warna kulitnya agar menyerupai warna lingkungannya. Kemampuan ini disebut sebagai adaptasi…
a. Morfologi
b. Fisiologi
c. Perilaku
d. ReproduksiPembahasan:
Soal ini berkaitan dengan konsep adaptasi makhluk hidup. Adaptasi adalah ciri khusus yang dimiliki tumbuhan atau hewan untuk bertahan hidup di lingkungannya.- Adaptasi morfologi berkaitan dengan bentuk atau struktur tubuh. Contohnya, paruh burung yang berbeda-beda sesuai jenis makanannya.
- Adaptasi fisiologi berkaitan dengan fungsi organ tubuh. Contohnya, hewan yang memiliki bisa atau racun.
- Adaptasi perilaku berkaitan dengan cara bertindak atau bereaksi terhadap lingkungan. Mengubah warna kulit (kamuflase) adalah salah satu bentuk perilaku bunglon untuk melindungi diri dari predator atau mendekati mangsa.
- Adaptasi reproduksi berkaitan dengan cara berkembang biak.
Jawaban yang tepat adalah c.
-
Hubungan antara bunga bangkai dan tumbuhan inang yang ditumpanginya, di mana bunga bangkai mendapatkan makanan dari tumbuhan inang tersebut dan tumbuhan inang dirugikan karena nutrisinya diambil, merupakan contoh dari simbiosis…
a. Mutualisme
b. Komensalisme
c. Parasitisme
d. PredasiPembahasan:
Soal ini menguji pemahaman tentang jenis-jenis simbiosis. Simbiosis adalah interaksi erat antara dua spesies yang berbeda.- Mutualisme: Kedua belah pihak saling menguntungkan. Contoh: Lebah dan bunga.
- Komensalisme: Satu pihak diuntungkan, pihak lain tidak dirugikan maupun diuntungkan. Contoh: Ikan remora menempel pada ikan hiu.
- Parasitisme: Satu pihak diuntungkan (parasit), sementara pihak lain dirugikan (inang). Bunga bangkai (sebagai parasit) mengambil nutrisi dari tumbuhan inang, sehingga tumbuhan inang dirugikan.
- Predasi: Hubungan antara pemangsa dan mangsa.
Jawaban yang tepat adalah c.
-
Tumbuhan kaktus memiliki batang berdaging yang berfungsi untuk menyimpan air. Ciri ini merupakan adaptasi kaktus untuk bertahan hidup di lingkungan…
a. Lembab dan basah
b. Dingin dan bersalju
c. Kering dan panas
d. Subur dan kaya nutrisiPembahasan:
Soal ini meminta siswa mengaitkan ciri adaptasi dengan jenis lingkungannya. Batang berdaging kaktus adalah tempat penyimpanan air. Kebutuhan untuk menyimpan air sangat penting di lingkungan yang minim air.- Lingkungan lembab dan basah tidak memerlukan penyimpanan air yang berlebihan.
- Lingkungan dingin dan bersalju memiliki air dalam bentuk es, yang sulit diakses.
- Lingkungan kering dan panas (gurun) memiliki ketersediaan air yang sangat terbatas, sehingga kemampuan menyimpan air adalah kunci kelangsungan hidup.
- Lingkungan subur dan kaya nutrisi biasanya memiliki cukup air.
Jawaban yang tepat adalah c.
-
Hewan yang memiliki tulang belakang disebut hewan…
a. Invertebrata
b. Vertebrata
c. Amfibi
d. MamaliaPembahasan:
Soal ini adalah pengenalan dasar klasifikasi hewan.- Invertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Contoh: serangga, cacing.
- Vertebrata adalah hewan yang memiliki tulang belakang. Kelompok ini meliputi ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia.
- Amfibi adalah kelas hewan vertebrata yang hidup di dua alam (air dan darat).
- Mamalia adalah kelas hewan vertebrata yang menyusui anaknya.
Jawaban yang tepat adalah b.
Bagian B: Isian Singkat
-
Tumbuhan yang memiliki akar tunggang dan umumnya memiliki dua keping biji disebut tumbuhan __.
Pembahasan:
Soal ini menguji pemahaman tentang ciri-ciri tumbuhan berkeping biji ganda. Ciri khas utama tumbuhan berkeping biji ganda adalah memiliki akar tunggang (satu akar utama yang bercabang-cabang) dan bijinya terbelah menjadi dua bagian (keping biji). Contohnya adalah kacang-kacangan, mangga, dan jambu.
Jawaban: Dikotil -
Hubungan antara ikan badut dan anemon laut, di mana ikan badut terlindungi dari predator oleh tentakel anemon yang menyengat, sedangkan anemon mendapatkan keuntungan dari ikan badut yang membersihkan tubuhnya dan mengusir ikan pemakan anemon, adalah contoh simbiosis __.
Pembahasan:
Dalam hubungan ini, kedua belah pihak mendapatkan keuntungan. Ikan badut mendapatkan perlindungan, sementara anemon mendapatkan pembersihan dan perlindungan dari pemangsanya. Hubungan timbal balik yang saling menguntungkan ini disebut simbiosis mutualisme.
Jawaban: Mutualisme -
Burung hantu memiliki penglihatan yang sangat baik pada malam hari dan pendengaran yang tajam. Kemampuan ini merupakan adaptasi __ yang membantunya berburu di kegelapan.
Pembahasan:
Penglihatan yang baik dan pendengaran yang tajam adalah ciri-ciri fisik yang dimiliki burung hantu. Ini adalah perubahan pada bentuk atau fungsi tubuh yang membantu hewan bertahan hidup. Oleh karena itu, ini termasuk adaptasi morfologi atau fisiologi. Dalam konteks ini, fokus pada "penglihatan yang sangat baik" dan "pendengaran yang tajam" lebih mengarah pada ciri fisik tubuhnya. Jika ada pilihan "morfologi" atau "fisiologi", keduanya bisa dianggap benar tergantung penekanan. Namun, seringkali penglihatan dan pendengaran dikaitkan dengan fungsi organ (fisiologi) atau bentuk organ (morfologi). Jika diartikan sebagai kemampuan organ, maka fisiologi lebih tepat. Jika diartikan sebagai struktur mata dan telinga, maka morfologi. Dalam konteks umum, "kemampuan" sering merujuk pada fungsi organ.
Jawaban: Fisiologi (atau Morfologi, tergantung penekanan guru) -
Hewan yang tidak memiliki tulang belakang disebut hewan __.
Pembahasan:
Ini adalah kebalikan dari soal nomor 5. Hewan yang tidak memiliki struktur tulang belakang dalam tubuhnya dikategorikan sebagai invertebrata. Contohnya adalah serangga, laba-laba, cacing, dan ubur-ubur.
Jawaban: Invertebrata -
Tumbuhan seperti teratai memiliki daun lebar yang mengapung di permukaan air. Adaptasi ini membantu teratai untuk __.
Pembahasan:
Daun lebar yang mengapung memungkinkan teratai untuk menangkap sebanyak mungkin sinar matahari yang dibutuhkan untuk fotosintesis. Permukaan daun yang lebar juga membantu meningkatkan penguapan air, yang membantu mendinginkan tumbuhan di lingkungan yang hangat. Selain itu, permukaan yang luas juga membantu mengambil oksigen dari udara.
Jawaban: Mendapatkan sinar matahari untuk fotosintesis / Mengapung di air (pilih salah satu jawaban yang paling sesuai dengan penekanan materi di kelas)
Bagian C: Uraian Singkat
-
Jelaskan dua ciri-ciri tumbuhan berkeping biji ganda (dikotil) dan berikan masing-masing satu contohnya!
Pembahasan:
Soal ini meminta siswa untuk tidak hanya menyebutkan ciri, tetapi juga memberikan contoh konkret.- Ciri 1: Akar Tunggang. Tumbuhan dikotil memiliki akar tunggang, yaitu satu akar utama yang tumbuh lurus ke bawah dan dari akar utama ini tumbuh akar-akar cabang yang lebih kecil.
- Contoh: Pohon mangga, pohon jambu, kacang tanah.
- Ciri 2: Dua Keping Biji. Biji tumbuhan dikotil dapat dibelah menjadi dua bagian yang sama besar (keping biji).
- Contoh: Biji kacang kedelai, biji mangga (jika dibelah).
- Ciri Tambahan (Opsional untuk penjelasan yang lebih lengkap):
- Batang bercabang.
- Tulang daun menjari atau menyirip.
- Kelopak bunga biasanya berjumlah 4 atau 5 atau kelipatannya.
- Ciri 1: Akar Tunggang. Tumbuhan dikotil memiliki akar tunggang, yaitu satu akar utama yang tumbuh lurus ke bawah dan dari akar utama ini tumbuh akar-akar cabang yang lebih kecil.
-
Mengapa kemampuan kamuflase pada hewan seperti bunglon atau cicak sangat penting bagi kelangsungan hidup mereka? Jelaskan kaitannya dengan adaptasi!
Pembahasan:
Soal ini menguji pemahaman siswa tentang fungsi adaptasi kamuflase dan menghubungkannya dengan konsep adaptasi perilaku atau morfologi.- Pentingnya Kamuflase: Kemampuan kamuflase (mengubah warna kulit agar menyerupai lingkungan) sangat penting bagi hewan seperti bunglon dan cicak untuk dua alasan utama:
- Melindungi Diri dari Predator: Dengan menyamarkan diri, hewan tersebut menjadi sulit terlihat oleh hewan pemangsa (predator). Hal ini mengurangi kemungkinan mereka dimakan.
- Memudahkan Berburu Mangsa: Sebaliknya, dengan menyamarkan diri, hewan tersebut bisa mendekati mangsanya tanpa terdeteksi. Hal ini meningkatkan keberhasilan mereka dalam mencari makan.
- Kaitan dengan Adaptasi: Kemampuan kamuflase adalah bentuk adaptasi perilaku (jika perubahan warna terjadi secara sadar atau refleks untuk tujuan tertentu) atau adaptasi morfologi (jika struktur sel kulitnya secara alami memungkinkan perubahan warna). Ini adalah ciri khusus yang berevolusi dari waktu ke waktu karena membantu individu yang memilikinya untuk bertahan hidup dan bereproduksi lebih baik di lingkungan mereka.
- Pentingnya Kamuflase: Kemampuan kamuflase (mengubah warna kulit agar menyerupai lingkungan) sangat penting bagi hewan seperti bunglon dan cicak untuk dua alasan utama:
-
Jelaskan perbedaan antara simbiosis mutualisme dan simbiosis parasitisme. Berikan satu contoh untuk masing-masing!
Pembahasan:
Soal ini meminta siswa untuk membandingkan dua jenis simbiosis yang berbeda dan memberikan contoh yang jelas.- Simbiosis Mutualisme:
- Definisi: Hubungan antara dua spesies yang berbeda di mana kedua belah pihak saling menguntungkan.
- Contoh: Hubungan antara lebah dan bunga. Lebah mendapatkan nektar (makanan) dari bunga, sementara bunga dibantu penyerbukannya oleh lebah.
- Simbiosis Parasitisme:
- Definisi: Hubungan antara dua spesies yang berbeda di mana satu pihak diuntungkan (parasit) dan pihak lain dirugikan (inang).
- Contoh: Hubungan antara kutu dan manusia. Kutu mendapatkan makanan (darah) dari kepala manusia, sementara manusia merasa gatal dan dirugikan karena kehilangan darah dan potensi penyakit. Contoh lain adalah cacing pita dalam usus manusia.
- Simbiosis Mutualisme:
-
Jelaskan bagaimana tumbuhan kaktus beradaptasi untuk hidup di lingkungan yang kering dan panas seperti gurun! Sebutkan minimal dua cara adaptasinya!
Pembahasan:
Soal ini fokus pada adaptasi tumbuhan terhadap lingkungan ekstrem. Kaktus adalah contoh klasik yang baik untuk dipelajari.- Adaptasi 1: Batang Berdaging (Menyimpan Air). Kaktus memiliki batang yang tebal dan berdaging. Jaringan di dalam batang ini berfungsi untuk menyimpan cadangan air yang sangat banyak. Ini memungkinkan kaktus untuk bertahan hidup dalam jangka waktu lama tanpa hujan.
- Adaptasi 2: Daun Berubah Menjadi Duri. Daun kaktus telah berevolusi menjadi duri. Duri ini memiliki beberapa fungsi penting:
- Mengurangi Penguapan: Permukaan daun yang kecil dan tajam meminimalkan kehilangan air melalui penguapan (transpirasi).
- Melindungi dari Hewan Pemakan Tumbuhan: Duri tajam membuat kaktus tidak menarik bagi hewan yang ingin memakan dagingnya yang berair.
- Adaptasi 3 (Opsional): Akar yang Menyebar Luas atau Dalam. Kaktus memiliki sistem akar yang unik. Ada yang akarnya menyebar sangat luas di permukaan tanah untuk menangkap air hujan sesedikit mungkin, ada pula yang akarnya tumbuh sangat dalam untuk mencapai sumber air di bawah tanah.
-
Mengapa penting bagi kita untuk menjaga kelestarian keragaman hayati di Indonesia? Berikan dua alasan!
Pembahasan:
Soal ini menguji pemahaman siswa tentang pentingnya keragaman hayati bagi manusia dan lingkungan.- Alasan 1: Sumber Makanan dan Obat-obatan. Keragaman hayati menyediakan berbagai macam sumber daya yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Tumbuhan dan hewan merupakan sumber makanan pokok, sayuran, buah-buahan, dan protein. Banyak tumbuhan juga memiliki senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan baku obat-obatan. Hilangnya keragaman hayati berarti hilangnya potensi sumber daya ini.
- Alasan 2: Keseimbangan Ekosistem. Setiap organisme memiliki peran dalam ekosistem. Hilangnya satu spesies dapat mengganggu keseimbangan ekosistem, memicu masalah baru, seperti peningkatan populasi hama atau hilangnya penyerbuk. Lingkungan yang sehat dan seimbang sangat penting untuk kelangsungan hidup semua makhluk, termasuk manusia.
- Alasan 3 (Opsional): Potensi Ilmiah dan Ekonomi. Keragaman hayati memiliki nilai ilmiah yang tinggi untuk penelitian. Selain itu, ekowisata yang berbasis pada keindahan alam dan keanekaragaman hayati dapat menjadi sumber pendapatan ekonomi bagi suatu negara.
Penutup
Memahami Tema 1 Subtema 2 Kelas 5 SD, yang berfokus pada keragaman organisme dan lingkungannya, merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran ekologis siswa. Melalui latihan soal yang beragam seperti contoh di atas, siswa dapat menguji dan memperdalam pemahaman mereka tentang klasifikasi, adaptasi, dan interaksi antar makhluk hidup.
Guru dapat menggunakan contoh-contoh soal ini sebagai dasar untuk membuat variasi soal lain, atau sebagai panduan untuk menjelaskan konsep-konsep kunci. Dengan latihan yang konsisten dan pemahaman yang mendalam, siswa akan siap menghadapi tantangan belajar selanjutnya dan menjadi agen pelestari lingkungan yang sadar akan pentingnya keragaman hayati.

Tinggalkan Balasan