Tema 1 "Selamatkan Makhluk Hidup" pada kurikulum kelas 6 Sekolah Dasar adalah salah satu topik yang paling fundamental dan relevan dalam pendidikan. Tema ini mengajak siswa untuk tidak hanya mengenal berbagai jenis makhluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan, tetapi juga memahami peran penting mereka dalam ekosistem, serta pentingnya menjaga kelangsungan hidup mereka dari berbagai ancaman. Melalui pemahaman ini, diharapkan tumbuh kesadaran dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.
Untuk memperkuat pemahaman dan menguji kemampuan siswa dalam menguasai materi tema ini, latihan soal yang bervariasi dan relevan menjadi sangat krusial. Artikel ini akan menyajikan serangkaian contoh soal yang mencakup berbagai aspek dari Tema 1 "Selamatkan Makhluk Hidup" kelas 6, lengkap dengan penjelasan dan kunci jawaban untuk membantu siswa dan guru dalam proses belajar mengajar.
Pentingnya Tema "Selamatkan Makhluk Hidup"

Sebelum kita masuk ke contoh soal, mari kita pahami mengapa tema ini begitu penting:
- Kesadaran Lingkungan: Membantu siswa memahami bahwa mereka adalah bagian dari ekosistem yang lebih besar dan memiliki tanggung jawab untuk melestarikannya.
- Pengetahuan Biologi Dasar: Memperkenalkan konsep-konsep dasar tentang ciri-ciri makhluk hidup, klasifikasi, adaptasi, perkembangbiakan, dan interaksi antar makhluk hidup.
- Empati dan Kepedulian: Mendorong rasa empati terhadap hewan dan tumbuhan, serta mendorong tindakan nyata untuk melindungi mereka.
- Keterampilan Berpikir Kritis: Melatih siswa untuk menganalisis masalah yang dihadapi makhluk hidup dan mencari solusi yang tepat.
Contoh Soal dan Pembahasan
Mari kita mulai dengan berbagai jenis soal yang seringkali muncul dalam penilaian Tema 1 "Selamatkan Makhluk Hidup". Soal-soal ini dirancang untuk menguji pemahaman konsep, kemampuan analisis, dan penerapan pengetahuan.
Bagian I: Soal Pilihan Ganda
Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dari pilihan A, B, C, atau D.
-
Perhatikan ciri-ciri berikut:
- Bernapas menggunakan insang.
- Memiliki sirip untuk berenang.
- Berkembang biak dengan cara bertelur.
- Memiliki sisik.
Ciri-ciri di atas paling tepat mendeskripsikan kelompok hewan…
A. Mamalia
B. Amfibi
C. Reptil
D. Ikan
Pembahasan: Ciri-ciri seperti bernapas dengan insang, memiliki sirip, dan sisik adalah karakteristik utama dari ikan. Mamalia bernapas dengan paru-paru, amfibi mengalami metamorfosis, dan reptil memiliki ciri yang berbeda. Jawaban yang tepat adalah D. Ikan.
-
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Salah satu contoh adaptasi morfologi pada tumbuhan adalah…
A. Kaktus menggulungkan daunnya menjadi duri untuk mengurangi penguapan.
B. Tumbuhan putri malu menutup daunnya saat disentuh.
C. Pohon jati menggugurkan daunnya saat musim kemarau.
D. Ikan paus berpindah tempat mencari makanan.Pembahasan: Adaptasi morfologi berkaitan dengan perubahan bentuk atau struktur fisik. Kaktus menggulungkan daunnya menjadi duri adalah perubahan bentuk fisik untuk bertahan di lingkungan kering. Putri malu menunjukkan adaptasi fisiologi (gerak), jati menunjukkan adaptasi morfologi tetapi lebih ke fisiologi tumbuhan, dan paus menunjukkan perilaku migrasi (adaptasi tingkah laku). Jawaban yang tepat adalah A. Kaktus menggulungkan daunnya menjadi duri untuk mengurangi penguapan.
-
Salah satu faktor utama yang menyebabkan punahnya beberapa jenis hewan di Indonesia adalah…
A. Perubahan iklim global yang stabil.
B. Adanya taman nasional yang luas.
C. Perburuan liar dan hilangnya habitat.
D. Program penangkaran yang gencar.Pembahasan: Punahnya hewan seringkali disebabkan oleh aktivitas manusia yang merusak lingkungan mereka, seperti perburuan ilegal dan hilangnya tempat tinggal (habitat). Perubahan iklim yang stabil justru membantu, taman nasional seharusnya melindungi, dan program penangkaran adalah upaya pelestarian. Jawaban yang tepat adalah C. Perburuan liar dan hilangnya habitat.
-
Cara perkembangbiakan tumbuhan dengan cara vegetatif alami adalah…
A. Mencangkok
B. Stek
C. Tunas
D. OkulasiPembahasan: Vegetatif alami berarti perkembangbiakan tanpa bantuan manusia. Tunas adalah contoh alami (misalnya pada pisang), sedangkan mencangkok, stek, dan okulasi adalah cara vegetatif buatan yang memerlukan campur tangan manusia. Jawaban yang tepat adalah C. Tunas.
-
Ayam dan elang memiliki perbedaan dalam jenis makanan yang dikonsumsi. Hal ini menunjukkan adanya…
A. Adaptasi fisiologi
B. Adaptasi tingkah laku
C. Peran yang berbeda dalam rantai makanan
D. Kemampuan adaptasi yang samaPembahasan: Perbedaan dalam jenis makanan menunjukkan bahwa ayam dan elang menempati posisi yang berbeda dalam rantai makanan dan memiliki peran ekologis yang spesifik. Adaptasi fisiologi dan tingkah laku adalah cara mereka bertahan hidup, tetapi pertanyaan fokus pada perbedaan konsumsi makanan. Jawaban yang tepat adalah C. Peran yang berbeda dalam rantai makanan.
Bagian II: Soal Uraian Singkat
Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas.
-
Sebutkan dua contoh hewan yang hidup di lingkungan perairan dan jelaskan adaptasi yang mereka miliki!
Jawaban:
Contoh hewan perairan: Ikan dan lumba-lumba.- Ikan: Beradaptasi dengan bernapas menggunakan insang, memiliki sirip untuk bergerak di air, dan bentuk tubuh streamlined untuk mengurangi hambatan saat berenang.
- Lumba-lumba: Beradaptasi dengan memiliki lubang sembur di punggung untuk bernapas di permukaan, memiliki lapisan lemak tebal untuk menjaga suhu tubuh, dan menggunakan ekolokasi untuk navigasi dan mencari mangsa.
-
Jelaskan mengapa pelestarian tumbuhan langka seperti bunga bangkai sangat penting bagi keseimbangan ekosistem!
Jawaban:
Pelestarian tumbuhan langka seperti bunga bangkai penting karena setiap makhluk hidup memiliki peran dalam ekosistem. Bunga bangkai, meskipun memiliki bau yang khas, dapat menjadi sumber makanan bagi serangga tertentu atau memiliki peran dalam proses penyerbukan. Hilangnya satu spesies dapat memicu efek domino yang mengganggu keseimbangan rantai makanan dan kelangsungan hidup spesies lain yang bergantung padanya. -
Apa yang dimaksud dengan rantai makanan dan berikan satu contoh rantai makanan sederhana yang dimulai dari tumbuhan!
Jawaban:
Rantai makanan adalah urutan makhluk hidup yang saling memakan di suatu ekosistem untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Contoh rantai makanan sederhana:
Rumput (produsen) → Belalang (konsumen I) → Katak (konsumen II) → Ular (konsumen III) → Elang (konsumen puncak). -
Mengapa kegiatan perburuan liar terhadap hewan seperti orangutan perlu dihentikan? Sebutkan dua alasan!
Jawaban:
Kegiatan perburuan liar terhadap orangutan perlu dihentikan karena:- Ancaman Kepunahan: Perburuan liar adalah salah satu penyebab utama penurunan populasi orangutan hingga terancam punah.
- Gangguan Ekosistem: Orangutan memiliki peran penting dalam menyebarkan biji-bijian tumbuhan di hutan, yang membantu regenerasi hutan. Hilangnya orangutan dapat mengganggu keseimbangan hutan.
-
Jelaskan perbedaan antara perkembangbiakan generatif dan vegetatif pada tumbuhan!
Jawaban:
Perbedaan utama antara perkembangbiakan generatif dan vegetatif pada tumbuhan adalah:- Generatif: Melibatkan peleburan sel kelamin jantan (serbuk sari) dan sel kelamin betina (putih telur) yang menghasilkan biji. Sifat keturunan bervariasi dari induknya.
- Vegetatif: Tidak melibatkan peleburan sel kelamin. Tumbuhan baru tumbuh dari bagian tubuh induknya (akar, batang, daun). Sifat keturunan sama persis dengan induknya.
Bagian III: Soal Uraian Kompleks (Analisis dan Evaluasi)
Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan uraian yang lebih mendalam, sertakan analisis dan alasan.
-
Studi Kasus: Di sebuah hutan, populasi kupu-kupu jenis tertentu menurun drastis. Setelah diselidiki, penyebab utamanya adalah hilangnya tanaman bunga yang menjadi sumber nektar utama kupu-kupu tersebut akibat pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Jelaskan dampak lanjutan dari penurunan populasi kupu-kupu ini terhadap ekosistem hutan tersebut!
Jawaban:
Penurunan populasi kupu-kupu jenis tersebut dapat menimbulkan beberapa dampak lanjutan terhadap ekosistem hutan:- Gangguan Penyerbukan: Kupu-kupu berperan penting sebagai penyerbuk bagi banyak jenis tumbuhan. Jika populasi kupu-kupu berkurang, proses penyerbukan tumbuhan lain yang bergantung pada kupu-kupu tersebut akan terganggu. Akibatnya, produksi buah dan biji dari tumbuhan-tumbuhan tersebut akan menurun.
- Berkurangnya Sumber Makanan bagi Hewan Lain: Kupu-kupu, baik dalam bentuk larva maupun dewasa, merupakan sumber makanan bagi berbagai predator seperti burung, katak, laba-laba, dan serangga lain. Penurunan populasi kupu-kupu berarti berkurangnya ketersediaan sumber makanan bagi predator-predator ini, yang dapat menyebabkan penurunan populasi predator tersebut atau memaksa mereka mencari mangsa lain yang dapat mengganggu keseimbangan rantai makanan.
- Ketidakseimbangan Ekosistem: Secara keseluruhan, hilangnya satu spesies secara signifikan (kupu-kupu) dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Tumbuhan yang tidak terserbuki dengan baik akan mengurangi produksi, populasi hewan yang bergantung pada kupu-kupu sebagai makanan akan terpengaruh, dan ini bisa memicu perubahan yang lebih luas dalam struktur dan fungsi ekosistem hutan.
-
Simulasi Proyek: Bayangkan kamu adalah seorang aktivis lingkungan yang bertugas membuat poster kampanye untuk menyelamatkan harimau Sumatera, hewan yang terancam punah di Indonesia. Buatlah rancangan konsep poster tersebut, termasuk pesan utama, gambar yang relevan, dan ajakan bertindak. Jelaskan mengapa pilihanmu tersebut efektif!
Jawaban:
Konsep Poster Kampanye: "Harimau Sumatera: Jantung Hutan yang Harus Kita Jaga"- Pesan Utama: "Setiap jejaknya adalah kehidupan. Selamatkan Harimau Sumatera, selamatkan hutan kita!"
- Gambar yang Relevan:
- Gambar utama: Foto close-up mata harimau Sumatera yang tajam dan kuat, dengan latar belakang hutan tropis yang rimbun. Warna oranye dan hitam pada harimau akan kontras dengan hijau hutan.
- Gambar pendukung (opsional, di sudut): Siluet manusia yang sedang merusak hutan (misal: menebang pohon, perangkap) dan siluet harimau yang sedang berlari menjauh/terancam.
- Ajakan Bertindak:
- "Tolak perburuan liar!"
- "Dukung pelestarian habitatnya."
- "Laporkan aktivitas mencurigakan di hutan."
- "Kunjungi untuk donasi dan informasi lebih lanjut."
- Efektivitas Rancangan:
- Emosional: Gambar mata harimau yang kuat dapat membangkitkan rasa kagum sekaligus keprihatinan. Pesan "Jantung Hutan" menekankan peran vitalnya.
- Informatif: Menyebutkan ancaman (perburuan liar, hilangnya habitat) secara langsung.
- Inspiratif: Ajakan bertindak memberikan solusi konkret yang bisa dilakukan masyarakat.
- Visual: Kontras warna dan gambar pendukung yang kuat secara visual akan menarik perhatian dan mudah diingat.
-
Analisis Perbandingan: Bandingkan cara adaptasi tumbuhan eceng gondok yang hidup di air dengan tumbuhan kaktus yang hidup di gurun. Jelaskan perbedaan mendasar dalam adaptasi morfologi dan fisiologinya, serta kaitannya dengan lingkungan hidup masing-masing!
Jawaban:-
Tumbuhan Eceng Gondok (Lingkungan Air):
- Adaptasi Morfologi:
- Batang berongga dan tebal: Mengandung banyak udara (aerenkim) yang berfungsi sebagai pelampung agar tumbuhan dapat mengapung di permukaan air.
- Akar berserabut halus: Tersebar di permukaan air untuk menyerap nutrisi yang tersedia melimpah di air.
- Daun lebar dan mengapung: Memiliki stomata di permukaan atas daun untuk memudahkan pertukaran gas dengan udara.
- Adaptasi Fisiologi: Mampu menyerap air dan nutrisi langsung dari lingkungan akuatik. Memiliki mekanisme untuk menghindari pembusukan akibat terlalu banyak air.
- Kaitan dengan Lingkungan: Adaptasi ini memungkinkan eceng gondok untuk mendapatkan cahaya matahari yang cukup untuk fotosintesis, bernapas, dan menyerap nutrisi yang melimpah di lingkungan perairan.
- Adaptasi Morfologi:
-
Tumbuhan Kaktus (Lingkungan Gurun):
- Adaptasi Morfologi:
- Daun termodifikasi menjadi duri: Mengurangi penguapan air secara drastis dan juga berfungsi sebagai pelindung dari hewan pemakan tumbuhan.
- Batang tebal dan berlapis lilin: Berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan air dan mengurangi penguapan. Permukaan berlilin membuat air sulit menguap.
- Akar panjang dan menyebar luas: Untuk menyerap air sebanyak mungkin ketika hujan turun.
- Adaptasi Fisiologi: Memiliki stomata yang hanya membuka pada malam hari (saat suhu lebih dingin) untuk mengurangi kehilangan air saat respirasi. Kemampuan menyimpan air dalam jumlah besar di dalam jaringan batangnya.
- Kaitan dengan Lingkungan: Adaptasi ini sangat penting untuk bertahan hidup di lingkungan yang sangat kering dengan curah hujan minim dan suhu ekstrem.
- Adaptasi Morfologi:
Perbedaan Mendasar: Keduanya beradaptasi untuk bertahan hidup, namun dengan strategi yang berlawanan. Eceng gondok beradaptasi untuk memanfaatkan kelimpahan air dan cahaya, sedangkan kaktus beradaptasi untuk menghemat dan menyimpan air di lingkungan yang sangat kekurangan.
-
Kesimpulan
Tema "Selamatkan Makhluk Hidup" memberikan fondasi penting bagi siswa kelas 6 untuk memahami dunia di sekitar mereka. Dengan latihan soal yang mencakup berbagai aspek, mulai dari identifikasi ciri-ciri, pemahaman adaptasi, hingga analisis dampak pelestarian, siswa diharapkan dapat memperdalam pengetahuannya.
Memahami konsep-konsep seperti rantai makanan, jaring-jaring makanan, adaptasi, perkembangbiakan, dan pentingnya keanekaragaman hayati adalah kunci. Lebih dari sekadar menjawab soal, tujuan utamanya adalah menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap seluruh makhluk hidup. Dengan pemahaman yang kuat, siswa akan menjadi agen perubahan yang peduli terhadap kelestarian lingkungan di masa depan.
Artikel ini mencakup berbagai jenis soal (pilihan ganda, uraian singkat, dan uraian kompleks) yang mencakup aspek-aspek penting dari Tema 1 "Selamatkan Makhluk Hidup" kelas 6, seperti ciri-ciri hewan dan tumbuhan, adaptasi, perkembangbiakan, rantai makanan, dan isu-isu pelestarian. Penjelasan dan kunci jawaban disertakan untuk membantu pembelajaran. Panjangnya diperkirakan mendekati 1.200 kata.

Tinggalkan Balasan